Selalu Menjaga Amanah Pelanggan

Pusaka Tindih Jalak Hindhu Pamor Keleng Era Wangsa Syailendra

37 Dilihat

Rp25,000,000

Stok 1

- +
Alasan berbelanja di Sejarahbudaya.Com
  • Pesanan sebelum jam 2 siang akan diproses dihari yang sama
  • Garansi uang kembali
  • Bisa COD - Bayar setelah barang sampai
  • Deskripsi
  • Ulasan (0)
  • Deskripsi
    Berat2000 gram
    SKUKA12
    Kategori

    Pusaka Tindih Jalak Hindhu Pamor Keleng Era Wangsa Syailendra

    Apa Itu Pusaka Tindih ?

    Keris tindih pasti keris paling tua dari ribuan keris yang anda punya, tujuan keris tindih untuk mengendalikan keris yang usianya lebih muda. Misalnya ada 5 orang saudara dan anak yang pertama berbadan kecil bekerja sebagai petani, sedang yang 4 seorang petinju berbadan besar tetapi perbedaan itu tidak akan merubah adat istiadat jawa, tetap saja anak yang pertama yang akan mengendalikan 4 saudaranya, semua yang lebih muda wajib taat dan patuh pada anak yang lebih tua. Bisa dikatakan Keris Tindih merupakan Keris Pemimpin bagi Keris Keris lainnnya, Begitulah makna Keris Tindih yang sesungguhnya.

    Sejarah Singkat Kerajaan Mataram Kuno

    Sejarah Kerajaan Mataram Kuno berdiri pada abad ke-8 hingga ke-11 dan dikuasai oleh tiga dinasti yaitu Dinasti Sanjaya, Dinasti Syailendra, dan Dinasti Isyana. Mataram kuno pertama kali diperkirakan berdiri di Bhumi Mataram yang berada di sekitar Yogyakarta. Berdasarkan periode kepemimpinannya, lokasi ibu kota awalnya berada di Jawa Tengah ketika Dinasti Sanjaya dan Dinasti Syailendra berkuasa.

    Pada masa kepemimpinan Dinasti Sanjaya, Kerajaan Mataram Kuno dengan corak Hindu memiliki pengaruh yang luar. Setelah digantikan Rakai Panangkaran mulai muncul perpecahan yang membuat kepemimpinan terbagi dua. Dinasti Sanjaya yang memimpin Kerajaan Mataram Kuno dengan corak Hindu berkuasa di Jawa Tengah bagian utara. Sementara Dinasti Syailendra dengan Kerajaan Mataram Kuno dengan corak Buddha berkuasa di Jawa Tengah bagian selatan. Di bawah kekuasaan Dinasti Syailendra, Kerajaan Mataram Kuno mencapai puncak kejayaan. Pada masa kepemimpinan Sri Dharmatungga, wilayah kekuasaan meluas hingga Semenanjung Malaka. Penggantinya Syailendra juga berhasil mengalahkan Chenla di Kamboja. Tak hanya kekuasaan, namun kebudayaan juga berkembang termasuk membangun Candi Borobudur pada masa kepemimpinan Samaratungga. Kedua dinasti ini bersatu kembali melalui pernikahan Rakai Pikatan dan Pramodawardhani.

    Sementara pada masa pemerintahan Dinasti Isyana, oleh Mpu Sindok ibu kota kerajaan bergeser ke Jawa Timur. Ada beberapa faktor yang disebut memengaruhi kepindahan ini antara lain meletusnya Gunung Merapi, perebutan kekuasaan, serangan Kerajaan Sriwijaya, hingga tidak adanya pelabuhan hingga ekonomi sulit berkembang.

    Keterangan

    • Kode : KA12
    • Dhapur : Jalak (Pusaka Tindih)
    • Pamor : Keleng
    • Tangguh : Mataram Kuno ( Mataram Hindhu )
    • Warangka : Kayu Jati Iras

    Admin 0857 3380 4499

    koleksi sejarah budaya pusaka tindih

    Ulasan (0)

    Ulasan

    Belum ada ulasan.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Pusaka Tindih Jalak Hindhu Pamor Keleng Era Wangsa Syailendra
    Rp25,000,000
    ×

    Shopping Cart

    Tidak ada produk di keranjang.

    Kembali ke toko